Jan 26, 2011

T shirt Harry Potter

Fans Harry Potter?? Mau tampil keren??

Jangan ngaku fans berat Harry Potter kalau kamu gak mau ini! Dapetin T shirt Harry Potter special edition ini.. Tersedia dalam berbagai ukuran dan pilihan lho..
                                                                                                                                   
*Take the floo powder
       say it clearly.. "DIAGON ALLEY!!"
           -whoopz-








   


*Silahkan comment bagi yang mau pesan:-D

>sumber: teenormous.com

Jan 24, 2011

Cara Komputer Memeriksa LJK !!


ANTARA Juni-Juli selalu menjadi bulan paling ”mendebarkan” bagi ABG dan orang tua. Seperti kita tahu setiap tahun ujian sekolah ataupun ujian masuk perguruan tinggi negeri yang biasa disingkat SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru) selalu diadakan di bulan-bulan ini.

Kalau berbicara tentang ujian, ada beberapa yang langsung terpaku di pikiran, mulai dari yang agak berat seperti, bimbingan belajar, passing grade, pilihan jurusan, biaya, sampai hal-hal yang remeh, seperti pensil 2B, latihan mengisi lembar jawab komputer (LJK) dan lain-lain. Nah, terkait dengan pensil 2B dan lembar jawaban ujian, pikiran langsung tertuju pada LJK.

Bagi beberapa peserta ujian, mengisi LJK bisa jadi menjadi satu beban tersendiri. Kekhawatiran salah mengisi selalu menghantui langkah dan berakibat terbukanya pintu kegagalan masuk perguruan tinggi negeri, hanya gara-gara salah ”menghitamkan” LJK. Betulkah sebegitu gawat dan mencemaskan perkara LJK ini? Bagaimana sebenarnya komputer ”membaca” jawaban dari peserta? Benarkah kesalahan kecil, semacam kurang penuh mengisi bulatan jawaban akan berakhir fatal? Jawaban-jawaban atas pertanyaan yang menggelisahkan tersebut dapat kita kurangi kalau kita tahu bagaimana cara kerja OMR, si komputer pembaca LJK ini.

**

ADA istilah yang sering kali diucapkan para pelajar ketika baru selesai ujian, "Ah, sudahlah, pasrah aja. Soal jawaban itu mah terserah pak guru yang mengoreksi saja."

Memang betul. Di masa dulu-dulu, bapak dan ibu guru akan berjibaku berpeluh keringat mengoreksi jawaban para siswa. Momen koreksi ini adalah peristiwa penting, bahkan maha penting. Boleh dibilang nasib orang ditentukan. Maklum manusia, termasuk bapak dan ibu guru kita, mungkin pula mengalami kealpaan. Susahnya, kesalahan itu akan ditanggung siswa, bisa jadi ditanggung seumur hidup. Itulah sebabnya orang terus -menerus mengembangkan metode dan teknologi untuk menghindari kesalahan dalam tahap ujian seperti ini.

Banyak sekali model menghindari kesalahan dalam ujian. Dari sisi metode ujian, ada model soal jawaban ganda, jawaban benar-salah, jawaban uraian, dan lain-lain. Tujuannya? Selain untuk menguji kemampuan siswa, juga agar mudah saat memeriksa hasilnya.


Barangkali kita masih ingat kalau dulu (mungkin sekarang masih ada juga) para guru untuk mengoreksi menggunakan lembaran bolong. Lembaran ini sebetulnya adalah lembaran jawaban pilihan ganda yang sudah dilubangi dengan bara rokok atau obat nyamuk untuk masing-masing jawaban tiap nomor. Kemudian, tinggal kita taruh di atas lembaran jawaban yang telah disilangi siswa. Nah, jawaban yang benar akan terlihat dari lubang-lubang itu, tinggal dihitung jumlah jawaban yang benar.

Ketika teknologi bergerak maju pesat, bidang pendidikan pun tak ketinggalan tersentuh kemajuan alat bantu berbasis komputer. Termasuk pula untuk menyelenggarakan dan mengoreksi hasil ujian. Dari sinilah mulai awal dikenalnya OMR dan LJK. OMR adalah Optical Mark Reader atau dalam terjemahan mudah kita kenal sebagai mesin pembaca tanda berbasis optik. Pada saat ujian berlangsung, jawaban dari soal dituliskan pada LJK dengan cara menghitamkan bulatan huruf jawaban (A, B, C, D, atau E) pada masing-masing nomor menggunakan pensil 2B. Selanjutnya jawaban itu ”dibaca” OMR yang telah memiliki setting jawaban benar untuk setiap soal ujian. OMR bertindak seperti lembar bolong koreksi jawaban yang dilakukan guru.

Nilai hasil ujian ditentukan dari berapa banyak jawaban yang benar. Penentuan nilai tergantung dari perangkat lunak (software) yang dipasang pada komputer dan terhubung dengan OMR.

**

LEMBAR Jawab Komputer ada beberapa jenis. Ada yang berupa lembaran (form) pilihan ganda yang bentuknya bulat atau oval untuk setiap pilihan jawaban, jawaban berupa tanda cek (V), dan juga tanda silang (X). Pada form LJK tersebut sudah tercetak (preprinted) beberapa penanda standar, yaitu Skunk Marks dan Timing Mark. OMR akan membaca tanda-tanda tadi untuk membantu dalam pembacaan form LJK.

Data hasil pemindaian (scan) tiap lembar LJK akan diproses perangkat lunak dalam komputer, selanjutnya data bisa disimpan dalam file, basis data atau langsung diproses untuk sekadar ditampilkan di layar. Semua itu bergantung pada spesifikasi masing-masing perangkat lunak yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Semua siswa yang mengikuti ujian dengan LJK pasti tak lupa berkali-kali diingatkan untuk menggunakan pensil 2B untuk menghitamkan bulatan jawaban, pensil harus dengan sempurna mengisi bulatan, kemudian kertas jangan sampai kotor atau terlipat.

Apakah benar harus menggunakan pensil 2B? Penulis mencoba melakukan scanning form yang telah diisi dengan menggunakan pensil jenis HB dan juga tinta ballpoint sekadar ingin membuktikan kebenarannya. Ternyata isian dengan pensil HB dapat terbaca. Sedangkan isian dengan tinta ballpoint tidak terbaca tapi tidak menyebabkan error. Sebenarnya penggunaan pensil diinstruksikan agar peserta ujian mudah untuk mengganti jawaban, karena pensil mudah dihapus. Sementara ajuran penggunaan pensil 2B karena kualitas penghitamannya lebih tajam dibanding jenis lainnya.

Mengenai pengisian jawaban yang harus sempurna mengisi bulatan dan tidak boleh lebih dari bulatan, itu tidak sepenuhnya benar. Selama pensil tidak melebar ke area jawaban yang lain, jawaban akan tetap terbaca. Jika sampai melebar ke area jawaban yang lain, akan ada dua jawaban yang terbaca. OMR akan mengembalikan karakter * (asterik) sebagai hasilnya, yang berarti data tidak benar.

Berikutnya, syarat lain yang biasanya diinstruksikan kepada peserta ujian adalah form jawaban tidak boleh terlipat. Sebenarnya, ketakutan akan terlipatnya kertas tidak perlu dibesar-besarkan. Terlipat sedikit di ujung-ujung kertas bukanlah suatu masalah asal jangan sampai kotor dan berwarna gelap di area utama form yang akan di-scan, karena dikhawatirkan OMR akan menganggapnya sebagai jawaban. Tetapi jika kertas terlipat cukup parah dikhawatirkan akan tersangkut dan menyebabkan kemacetan pada perangkat OMR.

**

PEMROSESAN LJK dimulai dengan meletakkan setumpuk LJK pada input hopper dan tentunya OMR dinyalakan terlebih dahulu dengan menekan tombol power. Berikutnya sheet guide dirapatkan yang sesuai dengan ukuran lebar LJK, layaknya sheet guide pada alat cetak (printer) biasa.

Jika LJK tidak diatur menggunakan sheet guide dan posisinya tidak tepat, bisa jadi OMR mengalami kemacetan saat bekerja. Berikutnya lagi, status proses akan dimunculkan pada panel operator seperti layar telefon genggam. Untuk memulai proses pemindaian (scan), push button switches di sebelah kiri harus ditekan terlebih dahulu hingga muncul prompt ready.

Proses scan terjadi pada transport bed, kemudian LJK akan keluar dan tertumpuk pada output stacker. Sementara pada panel operator akan menampilkan status scan.

Peletakan LJK pun harus benar, tidak boleh terbalik yaitu timing marks harus pada sisi yang sama dengan panel operator. Proses dapat dihentikan dengan menekan push button switches di sebelah kanan. Di bagian sheet guide terdapat garis batas maksimum tumpukan LJK dalam satu kali proses koreksi. Biasanya tumpukan form tidak lebih dari 200 lembar, karena OMR bisa macet jika tumpukan berlebih.

Lantas bagaimana OMR membaca tanda hitam pensil? Perangkat ini tidak memerlukan kepintaran semacam pengenalan karakter (character recognition) pada perangkat OCR (Optical Character Recognition). Pada OMR, sinar infra merah yang diarahkan pada LJK tidak akan direfleksikan jika mengenai pilihan jawaban yang dihitamkan dengan pensil. Perangkat lunaklah yang berperan untuk mencocokkan posisi jawaban dengan informasi pada LJK.

Informasi jawaban apa saja yang akan diproses perangkat lunak, didefinisikan pada file definisi form. File ini mendefinisikan posisi kolom atau baris jawaban relatif terhadap skunk marks dan timing marks, tipe jawaban seperti angka numerik atau abjad, serta cara baca form yaitu horisontal atau vertikal.

Beberapa perangkat OMR yang beredar di pasaran sekarang telah meningkat kemampuannya. Sebagai contoh OMR 100M tipe visible red (sinar merah yang tampak dengan mata) dapat membaca isian berupa lubang-lubang pada kertas (punched) dan tinta ballpoint warna hitam atau biru dengan kecepatan 25-35 lembar/menit. OMR yang menggunakan port serial RS232 atau port USB sebagai port komunikasi dengan komputer ini dibandrol sekira Rp 30 juta-an di pasaran. Jenis lain dengan kemampuan lebih besar (lebih cepat) berharga tak kurang dari Rp 50 juta.

Lumayan mahal, namun karena sangat membantu, boleh dikata dana tak terlalu jadi masalah. Coba bayangkan untuk mengoreksi seluruh jawaban peserta SPMB yang berjumlah sekira 70.000 lembar jika dilakukan secara manual. Tentunya sangat besar potensi konflik akibat kesalahan manusia.

Penggunaan OMR tak hanya sebatas pada pengoreksi ujian tapi juga banyak hal seperti kuesioner, lotere, survei, jajak pendapat sampai dengan aplikasi medis seperti hasil pemeriksaan laboratorium.

Teknologi OMR ini semakin hari semakin maju. Yang menarik selain kemampuan pembacaannya yang kian meningkat, harga OMR pun makin turun. Sehingga tak heran kalau beberapa sekolah dan bimbingan belajar pun mampu untuk membeli. Tentu saja fasilitas ini makin mempermudah proses ujian dan ujicoba ujian di masing-masing institusi tersebut.

Terlepas dari sifat teknis teknologi yang tak menuntut bermacam-macam kehati-hatian. Namun tentu saja demi keamanan, nasihat bapak guru untuk berhati-hati dalam mengisi LJK tak ada salahnya untuk selalu diingat. Mudah-mudahan sempurnanya usaha juga ikut membawa berkah hasil ujian. Apakah nama Anda tercantum dalam koran pengumuman SPMB pertengahan bulan ini?***

Jan 23, 2011

Jadilah yang Pertama untuk Menyelamatkan Bumi Tercinta

      Semua orang pasti tahu global warming atau pemanasan global yang tengah melanda dunia saat ini. Hal tersebut memunculkan efek baru, yaitu perubahan iklim. 

Sebenarnya, apakah penyebab perubahan iklim??
         Perubahan iklim disebabkan oleh banyak hal. Mengingat umur bumi yang sudah sekitar 4,6 miliar tahun, tentu saja hal tersebut berpengaruh. Namun yang secara signifikan mempengaruhi tentu saja ulah manusia. Mulai dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menciptakan “iklim baru” yang sesuai untuk menanam tumbuhan, penebangan hutan, penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan, bahkan peternakan pun turut menyumbang dalam perubahan iklim ini. 

Lalu, apakah akibatnya???
1.       *Aktivitas terganggu karena cuaca tak menentu* 
                   Tidak ada lagi musim kemarau atau penghujan. Bulan Januari ini misalnya, orang Jawa mengatakan Januari (hujan sehari-hari). Tetapi yang terjadi adalah panas di siang hari, bahkan hingga sore hari. Terkadang mendadak hujan lebat beserta angin kencang. Secara tidak langsung kita pasti menjadi terganggu.
2.       *Suhu ekstrim*
                   Suhu di siang hari lebih tinggi dan di malam hari lebih rendah. Anda merasakannya, bukan??
3.      *Curah hujan tinggi*
                  Ringkasnya, kalau suhu meningkat maka air akan banyak menguap. Awan-awan hujan semakin banyak dan terbawa ke daerah-daerah lain. Awan ini (Comulonimbus) juga membawa muatan-muatan elektron. Awan akan terbawa ke daerah yang mempunyai tekanan berbeda. Terjadilah hujan beserta kilat (karena loncatan elektron tadi). Curah hujan tinggi berdampak pula bagi kita. Banjir yang melanda ibukota, tanah longsor, bahkan banjir lahar dingin di lereng Merapi karena hujan lebat di puncak.
                  Aliran banjir lahar yang meluap hingga di badan Jl. Jogja-Magelang ini pun mengganggu lalu lintas. Dampak lain adalah meningkatnya angka kemiskinan, serta meningkatnya angka putus sekolah karena beberapa sekolah terendam lumpur dan tidak dapat digunakan.

Kalau sudah begini, mau bagaimana??
           Dengan kondisi bumi yang kian memanas ini, apakah yang akan kita lakukan? Apakah kita akan berdiam diri atau melakukan sesuatu hal yang dapat mengubah dunia? Tentunya kita harus brupaya untuk menyelamatkan bumi kita tercinta. Tidak perlu dengan hal yang sangat besar, cukup lakukan hal-hal kecil berikut:
1.   >Bekali diri dengan pengetahuan tentang global warming dan perubahan iklim. Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin banyak Anda dapat mempengaruhi orang lain untuk menyelamatkan bumi.
2.   >Kurangi penggunaan bahan bakar, hal ini akan menghemat sekaligus mengurangi emisi gas buang kendaraan (atau gunakan sepeda)
3.   >Gunakan kertas daur ulang, kualitasnya tidak jauh berbeda kok
4.   >Tanamlah pohon di rumah Anda
5.   >Jadilah vegetarian, hal ini akan mengurangi konsumsi daging dari peternakan
6.   >Lakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), dan masih banyak lagi hal positif yang bisa kita lakukan.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba menulis artikel blog : "Perubahan Iklim"

Jan 22, 2011

Hogwarts Library

The Hogwarts Library

The Hogwarts Library is located on the third and fourth floors of Hogwarts Castle and contains tens of thousands of books on thousands of shelves. Overseen by Madam Irma Pince, the library is where students can go to peruse or borrow books to supplement their studies (or for personal enjoyment). The library closes at 8:00 pm.

Security

The library books have various spells on them to prevent students from defacing or stealing them. Hermione Granger tore a page out of a library book about magical creatures without being cursed, jinxed, or hexed by the book. How she did this is unknown. Chocolate and (presumably) other food is forbidden in the library. Harry Potter also showed signs of breaking the security of the library in his first year when he entered the Restricted Section under his Invisibility cloak.

*Taking out books*

     Students and teachers may take out books from the library, with the librarian’s permission. Books from the Restricted Section require a signed note from a teacher to be checked out. Professor Severus Snape told Harry Potter that it was against the rules to carry a library book out of the castle. However, he may have just made that rule up to get Harry into trouble. Students seem to be able to place books on hold – during the 1992–1993 school year the book Hogwarts, A History had a two-week waiting list.
     Professor Dumbledore removed the books pertaining to the subject of Horcruxes due to the fact that they involve such Dark Magic. He kept them in his office until his death when Hermione Granger summoned them before parting in her sixth year. 

Sections


Included in its many sections are:
  • An Invisibility Section
  • A Dragon Section
  • A Reference Section (which, according to Albus Dumbledore, covers counter-curses quite well)
  • A Legal Section (containing, among others, books on hippogriff-baiting)
  • A Restricted Section (contains books that explore Dark Magic, books of great antiquity and books of highly advanced magic) 

    >sumber: harrypotter.wikia

    Jan 19, 2011

    UGM Tutup Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

    UGM menutup seleksi mahasiswa baru jalur mandiri. Sebagai gantinya, penerimaan mahasiswa baru akan dilaksanakan mengikuti pola Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dengan pola ini, UGM melakukan dua cara seleksi, yakni ujian tulis SNMPTN dan SNMPT jalur undangan.

    Demikian penegasan Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D., terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, Selasa (18/1). Dikatakannya bahwa keberhasilan penyelenggaraan Ujian Masuk (UM) UGM pada tahun-tahun sebelumnya menjadi titik tolak perubahan pola penerimaan mahasiswa baru UGM tahun ini. Seleksi mandiri jalur Ujian Tulis (Utul) UGM telah terbukti menunjukkan hasil yang sangat baik.

    Salah satu indikator keberhasilan tercermin pada capaian Indeks Prestasi Komulatif (IPK) mahasiswa. "Riset membuktikan rerata IPK mahasiswa melalui penjaringan Utul UM UGM lebih tinggi dibandingkan rerata IPK mahasiswa jalur UMPTN (SNMPTN)," kata Rektor di Ruang Sidang Pimpinan UGM.

    Dijelaskan Rektor, para mahasiswa mampu memiliki IPK tinggi karena melalui proses seleksi yang baik. Dalam proses ini, soal-soal yang diujikan sangat berbobot. Oleh sebab itu, pada seleksi mahasiswa baru tahun 2011, soal-soal yang dikembangkan UGM sepakat untuk diintegrasikan ke dalam Ujian Tulis SNMPTN. "Karena bagaimanapun UGM ingin mencari cara terbaik untuk membantu masyarakat untuk bisa belajar di perguruan tinggi," ujar Rektor.

    Dengan mengintegrasikan seperti itu, Rektor meyakini bahwa seleksi SNMPTN 2011 akan lebih berkualitas dan mampu menjaring para mahasiswa terbaik. "Karena sudah diintegrasikan ke dalam SNMPTN, maka seleksi mandiri UGM berupa ujian tulis (utul) ditiadakan," katanya.

    Semua perubahan ini, menurut Sudjarwadi, mengacu pada Permendiknas 34/2010. Pembuatan soal seleksi SNMPTN tahun ini melibatkan tim yang berasal dari berbagai PTN, sebagian besar dari UGM, ITB, dan UI. "Karena keberhasilan dalam membuat soal-soal ujian mandiri, maka keterlibatan tiga PTN, UGM, UI dan ITB, sangat besar. Bahkan, untuk menyusun soal-soal ujian seleksi SNMPTN nantinya masing-masing akan mengirimkan lebih 15 orang," tuturnya, sekaligus menandaskan UGM merasa tidak dirugikan akibat perubahan ini.

    Direktur Administrasi Akademik UGM, Dr. Budi Prasetyo Widyobroto, D.E.A., D.E.S.S., menambahkan penjaringan mahasiswa baru UGM seratus persen melalui pola SNMPTN, yang terdiri atas Ujian Tulis SNMPTN dan Undangan. Dengan demikian, bagi calon mahasiswa yang ingin masuk UGM dapat mendaftar melalui dua cara ini. "Bagi yang sudah terlanjur mendaftar Utul dan PBS UM UGM, tidak perlu khawatir karena semua akan diintegrasikan ke dalam Ujian Tulis (Utul) SNMPTN dan SNMPTN jalur undangan," kata Budi Prasetyo.

    Dikatakan Budi bahwa SNMPTN jalur undangan sesungguhnya merupakan seleksi penjaringan bibit unggul. Jalur ini terdiri atas PBUTM (Penjaringan Bibit Unggul Tidak Mampu), PBUBB (Penjaringan Bibit Unggul Beasiswa Berprestasi), PBOS (Penjaringan Bibit Unggul Olahraga Seni), dan PBUPD (Penjaringan Bibit Unggul Pembangunan Daerah). "Penjaringan Bibit Unggul Swadana (PBS) termasuk penerimaan melalui jalur ini. Tentang syarat-syarat dan prosedur, sama seperti di penjaringan bibit unggul sehingga meski memiliki prestasi tetap disyaratkan masuk ranking dua puluh lima persen terbaik di kelasnya," tutur Budi.
    Sebanyak 7.888 orang tercatat telah mendaftar seleksi masuk UGM melalui jalur PBS dan Ujian Tulis UGM. Sementara itu, sebanyak 1.680-an orang telah mengajukan pendaftaran melalui Penjaringan Bibit Unggul (PBU). "Sehingga tanggal 27 Maret 2011 yang mestinya dilakukan ujian, justru akan dipergunakan untuk verifikasi sehingga mereka yang terlanjur daftar PBS dan Utul akan kita integrasikan ke Utul SNMPTN dan SNMPTN jalur undangan," tambahnya.

    Sebagai catatan, Ujian Tulis SNMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juni 2011, sedangkan pengumuman akan dilakukan pada akhir Juni 2011. Untuk seleksi mahasiswa baru SNMPTN jalur undangan akan dibuka mulai bulan Februari 2011.

     >sumber: ugm.ac.id

    Jan 18, 2011

    The Room of Requirement

    What is the room of requirement?

         The Room of Requirement is a secret room within Hogwarts that only appears when a person is in great need of it. The room then transforms itself into whatever the witch or wizard needs it to be at that moment in time, although there are some limitations. For example, it cannot create food, as that is one of the five Principal Exceptions to Gamp's Law of Elemental Transfiguration. It is believed that the room is Unplottable, as it does not appear on the Marauder's Map, nor do its occupants, although this could simply be because James Potter, Remus Lupin, Sirius Black, and Peter Pettigrew never found the room.

    Where is the location?
     
          The room is located on the seventh floor of Hogwarts castle and has a hidden entrance opposite the tapestry depicting the attempt of Barnabas the Barmy to teach trolls ballet. The way to open the room is to walk past it three times thinking about what you need, and the door will appear. 
    "It's a proper hideout, as long as one of us stays in here, they can't get at us, the door won't open. It's all down to Neville. He really gets this room. You've got to ask it for exactly what you need—like, "I don't want any Carrow supporters to be able to get in—and it'll do it for you! You've just got to make sure you close the loopholes! Neville's the man!"
    —Seamus explaining the Room of Requirement 

          It is advised that the users of this room be very specific about what they are looking for, as it has been shown that other people can enter the room and see what the occupant is doing if they know how the room is being used. The Inquisitorial Squad found the hideout of the D.A. in 1996 by knowing that the D.A. was in the room at the time. Neville Longbottom used this knowledge to create his hideout, as he specifically asked that the hideout be made unavailable to those who supported Alecto and Amycus Carrow.

    History of use

         The first mention of this room was in 1994, when Albus Dumbledore told Igor Karkaroff of his discovery of a room full of chamber pots when he needed to go to the toilet. However, he was unable to find the room again later like many of the those who stumble across the room.

         Harry used the room in his sixth year to hide the Half-Blood Prince's copy of Advanced Potion Making. He found that many other students had used the room to hide a multitude of other objects, including the Vanishing Cabinet. Inside the cabinet in which he hid the book, Harry found a cage that contained the skeleton of something that had five legs.

         Also in Harry's sixth year, Professor Trelawney attempted to use the room to hide her sherry bottles, but Draco Malfoy threw her out. Draco was using the room to repair the Vanishing Cabinet so he could smuggle Death Eaters into the castle via a matching Vanishing Cabinet in Borgin and Burkes. They did in fact use the room to penetrate the castle in 1997.

         The Room of Hidden Things became inaccessible whenever the Room of Requirement was used for another purpose. As a result, during the Battle of Hogwarts, when the room was being used to provide passage to Hogsmeade and as a sanctuary, it had to be vacated of all people and "reset" before the Room of Hidden Things could once again be accessed.


     *Dumbledore's Army*

    Dobby: "Dobby knows the perfect place, sir! Dobby heard tell of it from the other house-elves when he came to Hogwarts, sir. It is known by us as the Come and Go Room, sir, or else as the Room of Requirement!"
    Harry: "Why?"
    Dobby: "Because it is a room that a person can only enter when they have real need of it. Sometimes it is there, and sometimes it is not, but when it appears, it is always equipped for the seeker's needs. Dobby has used it, sir, when Winky has been very drunk; he has hidden her in the Room of Requirement and he has found antidotes to Butterbeer there, and a nice elf-sized bed to settle her on while she sleeps it off, sir… and Dobby knows Mr Filch has found extra cleaning materials there when he has run short, sir, and -"
    Harry: "And if you really needed a bathroom, would it fill itself with chamber pots?"
    Dobby: "Dobby expects so, sir. It is a most amazing room, sir."
    — Dobby telling Harry Potter about the Room of Requirement
    The Dumbledore's Army
         In 1995, Harry Potter asked Dobby if he knew of a place where Dumbledore's Army could safely meet. Dobby told Harry of what the house-elves called the "Come and Go Room" or "Room of Requirement", which he had used to treat Winky after she had gotten drunk on Butterbeer, as the room filled with antidotes to butterbeer and an elf-sized bed for Winky to sleep off her inebriation. He also said that Argus Filch had found extra cleaning supplies in the room. During the first D.A. meeting, Fred and George Weasley revealed that it had once taken the form of a broom cupboard which they had used to hide from Filch.

         Harry and Dumbledore's Army used the room as their headquarters and practice area. Among the items provided by the room for the D.A. were Dark Detectors and shelves of helpful books such as A Compendium of Common Cures, The Dark Arts Outsmarted, Self-Defensive Spellwork, and Jinxes for the Jinxed. They were eventually discovered by the Inquisitorial Squad.

    *Room of Hidden Things*
     
    "I virtually lived in the Room of Hidden Things all last year, I know how to get in."
    —Draco Malfoy to Harry Potter

    *Protection*

          The Room of Hidden Things may have had a special protection that prevented a Summoning Charm being used in it, meaning students had to physically find what it was they were looking for. This was the case when Hermione attempted to summon Rowena Ravenclaw's Diadem, but failed. She, Ron and Harry had to go searching for it instead. However, this protection may have been placed by Voldemort specifically for the diadem, as he took similar precautions for his locket horcrux.

    Items hidden inside

         Harry Potter saw many things that other students had hidden in the room, including:
    • Broken and damaged furniture, perhaps hidden to hide mishandled magic
    • Thousands and thousands of books, probably banned, graffitied, or stolen
    • Flying catapults
    • Fanged Frisbees
    • Chipped bottles of congealed potions
    • Corked bottles whose contents still shimmered evilly
    • What looked like dragon eggshells
    • Several rusting swords
    • A heavy, bloodstained axe
    • An enormous stuffed troll
    • The broken Vanishing Cabinet that Graham Montague had gotten lost in during the previous school year
    • Hats, jewels, and cloaks
    • A cage with a quintaped skeleton
    • The lost diadem of Ravenclaw, made into a Horcrux
    • The Half-Blood Prince's copy of Advanced Potion-Making
    • A chipped old bust of an ugly warlock
    • A record turntable that "skipped"
    • Human-sized chess pieces from Philosopher's Stone 

    >sumber: harrypotter.wikia

    Jan 16, 2011

    Tak Lulus UN, Jangan Harap Masuk PTN

    Tahun ini sebanyak 60 perguruan tinggi negeri (PTN) akan menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan. Penerimaan mahasiswa baru tersebut diperoleh melalui jalur prestasi akademik dengan melihat nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya, termasuk hasil atau nilai ujian nasional (UN).

    "Untuk mengisi kekosongan kursi itu, PTN diberi kesempatan mengisinya dengan menggelar seleksi jalur mandiri."
    -- Herry Suhardiyanto

    Demikian dikatakan Ketua Umum Panitia SNMPTN Herry Suhardiyanto kepada wartawan, Rabu (12/1/2011), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta. Hadir dalam konferensi pers tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, dan Ketua Majelis Rektor PTN Musliar Kasim.

    Namun, karena nilai UN menjadi pertimbangan, siswa yang tidak lulus UN akan kehilangan kesempatan masuk PTN walaupun sudah mendapatkan undangan. Untuk mengisi kekosongan kursi itu, PTN diberi kesempatan mengisinya dengan menggelar seleksi jalur mandiri. Melalui jalur ini, pemerintah menetapkan jumlah 40 persen dari total daya tampung mahasiswa baru.
    ”Makanya, seleksi mandiri itu didorong setelah SNMPTN,” kata Herry.

    Diberitakan sebelumnya, seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional tahun ini tetap bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN dibuka melalui dua jalur, yakni ujian tulis dan undangan. SNMPTN undangan hanya terbuka untuk siswa yang sekolahnya mendapat undangan panitia SNMPTN.

    Adapun jumlah mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN 2011 diperkirakan mencapai hampir 800 ribu atau sekitar dua kali lipat dari peserta SNMPTN 2010. Mereka akan memperebutkan sekitar 200.000 bangku di 60 PTN yang menjadi universitas peserta SNMPTN.

    >sumber: edukasi.kompas