Sebenarnya, apakah penyebab perubahan iklim??
Perubahan iklim disebabkan oleh banyak hal. Mengingat umur bumi yang sudah sekitar 4,6 miliar tahun, tentu saja hal tersebut berpengaruh. Namun yang secara signifikan mempengaruhi tentu saja ulah manusia. Mulai dari efek rumah kaca (greenhouse effect) yang menciptakan “iklim baru” yang sesuai untuk menanam tumbuhan, penebangan hutan, penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan, bahkan peternakan pun turut menyumbang dalam perubahan iklim ini.
Lalu, apakah akibatnya???
1. *Aktivitas terganggu karena cuaca tak menentu*
Tidak ada lagi musim kemarau atau penghujan. Bulan Januari ini misalnya, orang Jawa mengatakan Januari (hujan sehari-hari). Tetapi yang terjadi adalah panas di siang hari, bahkan hingga sore hari. Terkadang mendadak hujan lebat beserta angin kencang. Secara tidak langsung kita pasti menjadi terganggu.
Tidak ada lagi musim kemarau atau penghujan. Bulan Januari ini misalnya, orang Jawa mengatakan Januari (hujan sehari-hari). Tetapi yang terjadi adalah panas di siang hari, bahkan hingga sore hari. Terkadang mendadak hujan lebat beserta angin kencang. Secara tidak langsung kita pasti menjadi terganggu.
2. *Suhu ekstrim*
Suhu di siang hari lebih tinggi dan di malam hari lebih rendah. Anda merasakannya, bukan??
Suhu di siang hari lebih tinggi dan di malam hari lebih rendah. Anda merasakannya, bukan??
3. *Curah hujan tinggi*
Ringkasnya, kalau suhu meningkat maka air akan banyak menguap. Awan-awan hujan semakin banyak dan terbawa ke daerah-daerah lain. Awan ini (Comulonimbus) juga membawa muatan-muatan elektron. Awan akan terbawa ke daerah yang mempunyai tekanan berbeda. Terjadilah hujan beserta kilat (karena loncatan elektron tadi). Curah hujan tinggi berdampak pula bagi kita. Banjir yang melanda ibukota, tanah longsor, bahkan banjir lahar dingin di lereng Merapi karena hujan lebat di puncak.
Aliran banjir lahar yang meluap hingga di badan Jl. Jogja-Magelang ini pun mengganggu lalu lintas. Dampak lain adalah meningkatnya angka kemiskinan, serta meningkatnya angka putus sekolah karena beberapa sekolah terendam lumpur dan tidak dapat digunakan.
Ringkasnya, kalau suhu meningkat maka air akan banyak menguap. Awan-awan hujan semakin banyak dan terbawa ke daerah-daerah lain. Awan ini (Comulonimbus) juga membawa muatan-muatan elektron. Awan akan terbawa ke daerah yang mempunyai tekanan berbeda. Terjadilah hujan beserta kilat (karena loncatan elektron tadi). Curah hujan tinggi berdampak pula bagi kita. Banjir yang melanda ibukota, tanah longsor, bahkan banjir lahar dingin di lereng Merapi karena hujan lebat di puncak.
Aliran banjir lahar yang meluap hingga di badan Jl. Jogja-Magelang ini pun mengganggu lalu lintas. Dampak lain adalah meningkatnya angka kemiskinan, serta meningkatnya angka putus sekolah karena beberapa sekolah terendam lumpur dan tidak dapat digunakan.
Kalau sudah begini, mau bagaimana??
Dengan kondisi bumi yang kian memanas ini, apakah yang akan kita lakukan? Apakah kita akan berdiam diri atau melakukan sesuatu hal yang dapat mengubah dunia? Tentunya kita harus brupaya untuk menyelamatkan bumi kita tercinta. Tidak perlu dengan hal yang sangat besar, cukup lakukan hal-hal kecil berikut:
1. >Bekali diri dengan pengetahuan tentang global warming dan perubahan iklim. Semakin banyak yang Anda ketahui, semakin banyak Anda dapat mempengaruhi orang lain untuk menyelamatkan bumi.
2. >Kurangi penggunaan bahan bakar, hal ini akan menghemat sekaligus mengurangi emisi gas buang kendaraan (atau gunakan sepeda)
3. >Gunakan kertas daur ulang, kualitasnya tidak jauh berbeda kok
4. >Tanamlah pohon di rumah Anda
5. >Jadilah vegetarian, hal ini akan mengurangi konsumsi daging dari peternakan
6. >Lakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), dan masih banyak lagi hal positif yang bisa kita lakukan.


2 comments:
sipptt... itu baru namanya adek saya!!hihihi
keep movin' sist :D
Good Luck
hahay..TQ
:-D
Post a Comment